Posted by

Don’t Stop Me Now

Ada satu petikan dari William Shakespeare, “Some are born great, some achieve greatness, and some have greatness thrust upon them.” Saya tidak terlalu mengenal karya-karya beliau yang besar. Namun kutipan ini sering terngiang di dalam benak saya. Ketidaksetaraan antara kemampuan manusia salah satu buktinya. Saat kita yang mampu berbuat banyak dengan fisik kita seperti ini bahkan sering merasa malu jika melihat berbagai kemampuan yang didapat oleh mereka yang memiliki kekurangan dalam fisiknya. Atau bahkan dari harta kekayaan. Titipan yang Maha Kuasa yang sering kita salah gunakan, padahal jika kita sering mengaturnya dengan apik “mereka” tidak akan menjauh dari kita.

Lagi-lagi tulisan singkat curahan pikiran yang lagi membeku, hehe. Tidak banyak yang ingin saya bagi dalam tulisan saya kali ini selain mencermati apa yang sudah kita dapat, selama ini. Dan bagaimana kita menggunakan semua yang kita miliki untuk menata dan meniti masa depan.

Beberapa hari yang lalu berkumpul dengan teman-teman di wilayah kampus (ya saya sampai tulisan ini dibuat masih memohon doa dari sobat semua untuk kelancaran tugas akhir). Disana kami berbincang sembari mengisi malam yang dingin dengan berolahraga futsal. Ketika perbincangan mencapai titik, “lulus, kerja dan lainnya,” seakan semua terhenti. Tertawa miris. Tidak semua memang, saya? Tersenyum. Bagaimana jalan pikiran kami anak-anak kuliahan disini pemikirannya hampir seragam, biru-biru muda-biru tua-biru lainnya, masih sama biru. Tidak ada yang memberanikan diri untuk memikirkan hal yang lain? Benarkah materi menjadi rujukan utama manusia, kita semua disini, di dunia ini terutama. Bukannya ketika kita akan mencari materi dan kita mendapatkannya, maka rasa lapar akan materi yang lebih banyak akan didapat. Lalu untuk apa?

Beberapa jam yang lalu sebelum tulisan ini dibuat saya mendengarkan radio, yang narasumbernya berkata seperti ini kira-kira, “Ketika kita perlu sepeda untuk alat transportasinya, maka kita akan membelinya.” Dilanjutkannya, “Namun ketika kita sudah memiliki sepeda tersebut, banyak hal yang mendorong kita merubah tujuan kita, entah sepeda itu harus dimodifikasi, bannya diperbagus, ditambah ini-itu dan lainnya.”

Sangat mudah jawabannya, nafsu manusia, bahkan dari anak kecil hingga orang tua yang lanjut pun jika nafsu itu masih ada tetap saja tujuan yang dicapai hanya akan bergerak ditempat. Saya ingin A, lalu B, lalu C, lalu D, dan seterusnya. Kehampaan akan rasa puas.

Oh iya, judul artikel ini diambil sembari mendengarkan dendangan dari Queen dengan judul yang sama.

Selamat malam semuanya.

Tagged

Teman Lama

Euforia terhadap sesuatu memang bisa berbuntut panjang, terutama apabila sesuatu itu yang memang tidak bagus berlebihan.
Kemenangan tim sepakbola yang disukai memang indah, apalagi kalau menontonnya bersama dengan teman lama yang sudah tidak bertemu setelah sekian waktu.

Berkumpul dengan teman yang sudah lama memang lebih indah dibandingkan hanya kemenangan.

Photobucket Forza Inter, Forza InterClubIndonesia Bandung :)

Continue reading

Tagged

Pagi Jakarta :)

Jakarta, pagi hari ini, ternyata tidak terlalu buruk seperti gambaran banyak orang. Tidak banyak besi dengan roda yang berlalu lalang. Terlelap dengan kegiatan? Keniscayaan akan perbedaan hiruk-pikuk akan terjadi esok hari. Rutin dilakukan, entah apa yang mereka, kita, semua cari disini selain tumpukan kertas bernominal.

Tidak perlu megah hei Jakarta, sepertinya kamu lebih baik berguna untuk tiap-tiap mahkluk didalamnya :)

Photobucket
Selamat pagi ibu kota Indonesia, setidaknya sampai saat ini masih seperti itu kan? Hehe.

Tagged

Berkata Pada Bidangnya

Dunia sudah kacau. Kacau balau. Tidak percaya? Tengoklah negara tercinta kita ini. Alih-alih seorang dokter ahli segala penyakit, penyakit apa saja yang berada disini? Penggambaran Indonesia dengan dunia memang terlalu tidak berimbang. Banyak hal yang jauh lebih kacau dibandingkan dengan Indonesia.

Akhir-akhir ini saya sering mendengarkan celoteh dari banyak orang, mengenai semua hal. Namun ada bentuk dan pola yang sama. Mereka harus bekerja pada koridornya. Bekerja disini, ya bekerja, berprofesi. Baaimana tidak, para alumni di universitas saya saat ini sedang gencar-gencarnya masuk ke ranah perbankan, walau tidak sesuai dengan apa latar belakangnya. Dengan alasan kesejahteraan pribadi tentunya hal itu sah-sah saja. Continue reading

Cobalah Mendengar

Cobalah untuk mendengar. Pintaku, tidaklah sulit, walaupun tidak mudah dijalankan.

Cobalah untuk mendengar. Setiap kata yang tidak berguna yang terucap.

Cobalah untuk mendengar. Dan lihatlah setiap langkah yang orang lain tempuh untuk mencapai asa tertinggi.

Cobalah untuk mendengar. Setiap jiwa memiliki jeritan yang akan membuat jemari menari.

Cobalah untuk mendengar. Umpatan anak kecil yang pasti tidak dihirau.

Cobalah untuk mendengar. Tiap-tiap detak waktu yang berlalu yang kita siakan.

Apakah kamu pernah bertanya?

Apakah kita pernah bertanya?

Kemana semua itu pergi?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 901 other followers